Senin, 06 Juni 2011

BELAJAR SENI MUSIK




BAB I
MELODI 

                Ketika kita menyanyikan lagu ini tentu dapat dirasakan bahwa ada kata-kata atau suku kata yang dinyanyikan lebih tinggi dari yang lain.  Perhatikan teksnya :
Nyata kowe wasis sis,
Bedheken sing gelis lis lis lis
Cangkriman telu iki
Jangkrik sungut slawe
batangane apa
Pitik ndhase telu
batangane apa
                Bapak demang mang
                klambi abang bang bang bang
                disuduk manthuk-manthuk 
               Nyanyikanlah kembali teks lagu itu. Bila kita tuliskan teks tersebut dalam garis menurut tinggi rendah nadanya, maka akan tergambar sebagai berikut:
 
Tampak oleh kita teks tersebut beralun menurut tinggi rendah nadanya.
                Untuk melihat lebih jelas lagi letak teks itu menurut tinggi rendah nadanya, kita gunakan garis-garis balok yang selanjutnya disebut balok not yang disebut juga sangkar nada atau paranada atau staff, stave (Bhs. Inggris).
                Bentuk balok not adalah sebagai berikut :
Garis ke – 5  ______________________________________________________
Spasi ke – 4 
Garis ke – 4  ______________________________________________________
Spasi ke – 3 
Garis ke – 3  ______________________________________________________
Spasi ke – 2 
Garis ke – 2  ______________________________________________________
Spasi ke – 1 
Garis ke – 1  ______________________________________________________

Berapa jumlah garis balok not ? Nama garis balok not dihitung dari mana ke mana ? Sela-sela antara dua garis balok not disebut apa ? Berapa jumlahnya ? Memberi namanya dari mana ke mana ? Bagaimana panjang antara garis satu dengan garis lainnya ? Bagaimana jarak antara garis satu dengan garis di dekatnya ?
            Sangkar nada/balok not/paranada adalah lima buah garis sejajar yang sama panjang dan sama jaraknya yang digunakan untuk tempat menulis not balok.
                Selanjutnya kita tulis teks lagu tersebut pada balok not sebagai berikut :
 
Selanjutnya untuk tiap suku kata kita beri not balok. Untuk sementara not kita tulis hanya kepala notnya saja sebagai berikut :
Sekarang teks kita hapus menjadi :
 
Tinggi rendah not itu menyatakan tinggi rendah nada, dimana tinggi rendah nada itulah yang membentuk lagu yang disebut melodi. Melodi adalah rangkaian dari sejumlah nada atau bunyi yang ditanggapi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya nada-nada yang digunakan. Coba lukiskan dengan gerakan tangan, melodi lagu Nyata Kowe Wasis tadi.
                Dalam ilmu fisika diketahui bahwa tinggi rendah suara ditentukan oleh banyaknya getaran perdetik atau frekuensinya. Bunyi atau suara terdapat dua macam yaitu yang teratur frekuensinya dan yang tidak teratur frekuensinya. Bunyi yang teratur jumlah getaran per detiknya (teratur frekuensinya) disebut nada. Sedangkan yang tidak teratur hanya disebut bunyi atau suara saja.
                Dalam musik terdapat tujuh buah nada pokok yang selalu dipakai berulang-ulang yang diberi nama menurut abjad yaitu :
                c              d              e              f               g              a              b
Tiap nada menurut nama huruf itu tingginya tetap, tidak berubah. Pada balok not tempatnya juga tetap dan bersifat mutlak. Oleh karena itu nama not atau nada menurut abjad disebut nama mutlak. Untuk menunjukkan perbandingan tinggi rendah antara nada yang satu dengan nada yang lain, pada waktu menyanyikan kita pakai :
                do            re             mi            fa             sol           la             ti
                d              r               m             f               s              l               t
Nama-nama nada yang demikian itu disebut nama solmisasi. Perbedaan nama solmisasi dengan nama mutlak adalah nama solmisasi tidak tetap tingginya, tidak tetap tempatnya pada balok not, tidak bersifat mutlak. Sedangkan nama mutlak tingginya tetap, tetap tempatnya pada not balok, dan bersifat mutlak. Perhatikan tempat nada-nada dengan nama mutlak pada balok not berikut ini :
 Pada piano atau keyboard dapat kita ketahui tempat dan tinggi nadanya sebagai berikut :
Susunan nada c – d – e – f – g – a – b  yang diakhiri dengan nada c1 kembali disebut tangganada. Tangga nada adalah susunan berjenjang dari nada-nada pokok suatu sistem nada yang dimulai dari salah satu nada dasar sampai dengan nada oktafnya.
Tugas :
1.        Nyanyikan tangganada berulang-ulang dengan solmisasi !
2.    Guru akan membunyikan pada keyboard/piano, dua buah nada berturut-turut. Katakan apakah nada kedua naik atau turun bunyinya dibandingkan dengan nada pertama
3.   Di bawah ini tercantum bagian-bagian kalimat/syair lagu yang terkenal. tunjukkan suku kata yang bernada tertinggi dan terendah  pada tiap bagian kalimat itu :
       a. Padamu negri …. (Bagimu Negri / Cipt. Kusbini)
       b. Indonesia tanah airku …. (Indonesia Raya / Cipt. WR. Supratman)
       c. Kita bela bersama …. (Satu Nusa Satu Bangsa / Cipt. L. Manik)
       d. Dari Sabang sampai Merauke …. (Dari Sabang sampai Merauke / Cipt. R. Sutarjo)
       e. Sekarang telah menjadi lautan api …. (Halo-halo Bandung / Cipt. Ismail Marzuki)
       f. ....... kehadirat-Mu Tuhan. (Syukur / Cipt. H. Mutahar)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar